Breaking News

Alasan tak Punya Cukup Waktu, Saleh Mundur dari Jubir Partai Aceh

Alasan tak Punya Cukup Waktu, Saleh Mundur dari Jubir Partai Aceh
Muhammad Saleh (foto: repro)

BANDA ACEH – Bos tabloid Modus Aceh, Muhammad Saleh, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Juru Bicara Partai Aceh (PA). Alasannya, karena tidak memiliki waktu penuh untuk mengemban amanah besar tersebut.

Dalam penjelasan tertulis yang dikirim ke berbagai Redaksi media, dia mengaku telah menjadi jubir sekitar satu tahun empat bulan, sejak 18 Juli 2019. “Terhitung 1 Desember 2020, saya tidak lagi menjadi Jubir PA,” ujar Saleh.

Dia menambahkan, surat pengunduran diri sudah diserahkan kepada Ketua DPA PA H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Sekretariat PA beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Pengunduran dirinya itu, katanya, semata-mata karena dia tidak memiliki waktu penuh untuk mengemban amanah besar tersebut. Sementara, menurut Saleh, Partai Aceh membutuhkan seorang Jubir yang memiliki waktu penuh dan bisa all out  untuk mengemban amanah tersebut.

Sebagai parlok yang menguasai mayoritas kursi di DPR Aceh dan DPRK se-Aceh, ujar Saleh, PA membutuhkan Jubir yang mumpuni. Tantangan di parlemen dan Pilkada mendatang cukup besar. “Sebab, perolehan kursi Partai Aceh terus mengalami degradasi (penurunan) dari periode ke periode,” jelas Saleh.

Selain itu, dia beralasan, pengunduraran dirinya karena dia akan kembali fokus untuk keluarga serta mengelola media cetak dan siber miliknya. Namun demikian, katayanya, secara pribadi dia siap dan bersedia membantu Mualem secara personal jika diminta dan dibutuhkan. Dia juga merasa tidak muda lagi. “Karena itu biarlah posisi tersebut diisi sosok anak muda atau kader Partai Aceh yang visioner dan lebih profesional. Terutama memiliki waktu penuh,” ujarnya.

Selama setahun lebih menjadi Jubir PA, Saleh mengaku banyak mendapat kepercayaan dari Mualem, termasuk menyusun berbagai konsep serta strategi lainnya. Misal, Saleh mengagas dan melaksanakan pembekalan bagi anggota DPRA dan DPRK Partai Aceh se-Aceh, Desember 2019 lalu di Sabang. Pelatihan Humas dan Jubir se-Aceh di Banda Aceh serta Rapat Pimpinan (Rapim) PA se-Aceh di Meulaboh Aceh Barat.

Saleh juga mengaku sebagai penggagas konsep serta pemikiran Silabus Perkaderan Partai Aceh, Road Map dan Strategi Partai Aceh (2020-2024), Strategi Pemenangan Pemilu dan Pilkada, Penyempurnaan AD/ART serta Tata Cara Rekrutmen Kepala Daerah, anggota DPRA dan DPRK se-Aceh.  “Ya, hanya itulah yang bisa saya berikan selama hampir setahun lebih saya bersama Partai Aceh. Tentu masih jauh dari harapan dan kesempurnaan serta perlu dipertajam kembali oleh para tokoh PA,” ucap Saleh.

Saleh mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Mualem serta jajaran DPA Partai Aceh  kepada dirinya selama ini, termasuk media pers dan wartawan, yang telah bekerja sama dengan baik.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...