Breaking News

Jadilah Kolomnis Kanal73

Ruang untuk gagasan Anda tentang berbagai hal, seperti permasalahan sosial, politik, ekonomi, pendidikan atau budaya.

Alam Peudeung dan Persaudaraan Aceh-Turki

Alam <i>Peudeung</i> dan Persaudaraan Aceh-Turki

ADA pemandangan menarik pada penyelenggaraan haul 494 tahun mengenang wafatnya Ulama Besar Turki Teungku Chiek di Bitai tahun ini. Sejumlah bendera “alam peudeung” menghiasi sekitar lokasi acara di Gampong Bitai Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu 28 Agustus 2019.

Pemandangan ini menjadi menarik sebab Alam Peudeung merupakan bendera yang menjadi symbol Kesultanan Iskandar Muda. Masyarakat sangat mengagumi Alam Peudeung yang menjadi bendera kesultanan pada masa itu.

Peringatan haul ulama besar asal Turki itu dihelat oleh masyarakat persaudaraaan Banda Aceh-Turki. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang tokoh pejuang Islam dari Turki yang secara heroik pernah memimpin perang, yaitu Muthalib Ghazi bin Mustafa Ghazi atau lebih dikenal sebagai Teungku Chiek Di Bitai. 

Dalam perjalanannya, beliau sangat membantu Kesultanan Darussalam untuk mengajarkan agama Islam. Ada beberapa perwiranya yang mati syahid dan dimakamkan dalam satu gampong yaitu di komplek pemakaman Gampong Bitai Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.

Sampai saat ini pemakanan tersebut terawat dengan baik. Masyarakat di sana menjaganya dengan baik. Inilah simbol kebersamaan dan kerja sama antara Aceh dan Turki yang tetap terjalin sampai saat ini.

Tengku Chiek Di Bitai memiliki kontribusi penting terhadap Kesultanan Iskandar Muda. Ini diperlihatkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa Alam Peudeung yang menjadikan bendera ini sebagai bendera Kesultanan Iskandar Muda pada masa tersebut.

Alam peudeung merupakan simbol bendera Kesultanan Iskandar Muda. Untuk tujuan lebih mempopulerkan Bendera Alam Peudeung di masyarakat Aceh, maka pada perayaan Haul 494 tahun Tengku Chiek Di Bintai, Bendera Alam Peudang ikut meramaikan sekitar halaman Makam Tengku Chiek Di Bintai.

Kondisi ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Mereka terlihat sangat mengagumi Bendera Alam Peudang yang pada masa Sultanan Iskandar Muda menjadi bendera kesultanan.[*]

* Pemerhati budaya, menetap di Banda Aceh

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi!

Komentar

Loading...