Breaking News

Adik Kandung Jaksa Pinangki Diduga Juga Keciprat Uang Panas

Adik Kandung Jaksa Pinangki Diduga Juga Keciprat Uang Panas
Kejagung juga memeriksa adik kandung Jaksa Pinangki terkait aliran dana suap Djoko Tjandra (foto: repro)

JAKARTA – Sejumlah orang yang diduga menerima aliran dana dalam kasus suap Djoko Tjandra diperiksa oleh tim penyidik Kejagung, termasuk adik kandung Jaksa Pinangki, yakni Pungki Primarini. Hari ini, Senin (7/9/2020), Kejagung memeriksa 7 orang dalam kasus gratifikasi atas tersangka Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya.

Kapuspen Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangannya mengatakan, yang diperiksa tipikor gratifikasi Pungki Primarini selaku adik jaksa PSM (Pinangki Sirna Malasari). Enam orang lainnya yang diperika dalah Gunawan, selaku Direktur Consumer Banking PT. Bank Mega, Gunito Wicaksono selaku Kepala BCA Cabang Pembantu Jalan Panjang, Julia Rani, teller pada Money Changer Dollar Asia Cabang Melawai, Paramelasari Deli selaku teller Dolarindo Money Cangher.

Meliani Trikartika selaku Head Marketing Tritunggal The Falas Blok M Plaza, Hendri Utama selaku Residence Manager The Pangkubowono Signature.

Hari mengatakan, adik Pinangki yakni Pungki sudah diperiksa sebanyak dua kali dihitung dengan pemeriksaan hari ini. Statusnya masih sebatas saksi. "Yang di periksa kembali oleh Tim Jaksa penyidik direktur JAM Pidsus yaitu saudari Pungki Primarini selaku adik Jaksa PSM," tuturnya.

Tersangka

Kejaksaan Agung menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra, Rabu (2/9/2020). Sosok orang yang ditetapkan jadi tersangka itu adalah Andi Irfan Jaya.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Andi Irfan Jaya merupakan sosok yang diduga menjadi perantara pemberi uang dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki. Uang tersebut diberikan untuk pengurusan fatwa Mahkamah Agung.

“Peran tersangka AI adanya dugaan permufakatan jahat yang dilakukan oleh tersangka oknum Jaksa PSM (Pinangki) dan JST (Djoko Tjandra) dalam pengurusan fatwa,” kata Hari di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu petang.

Uang suap untuk Jaksa Piangki berjumlah USD 500 ribu. Oleh Djoko Tjandra, uang itu diserahkan melalui Andi Irfan. “Sejak awal sudah kami sampaikan dugaannya sekitar USD 500 ribu, dugaannya diterima Jaksa PSM, tapi apakah diterima langsung, apakah orang ketiga, penyidik menetapkan satu orang lagi yaitu melalui AI (Andi Irfan) ini lah uang tersebut sampai,” terangnya.

Namun Hari tidak menjelaskan secara detail terkait latar belakang Andi Irfan Jaya. Dia cuma menyebut jika Andi berasal dari pihak swasta. “Kami tidak tahu (pekerjaan sehari-hari), tapi diduga adalah seorang swasta,” papar Hari.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...