Ada yang Yakin, Air Kelapa Bisa Hilangkan Efek Negatif Vaksin Covid-19

Ada yang Yakin, Air Kelapa Bisa Hilangkan Efek Negatif Vaksin Covid-19
Ilustrasi (foto: repro)

KANAL73.com – Pemerintah sedang menggencarkan vaksinasi Covid-19 terhadap warga. Seluruh kekuatan dikerahkan untuk menyukseskan program ini, termasuk melibatkan aparat keamanan.

Di Aceh, gubernur setempat menggandeng Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh untuk membantu menyukseskan kegiatan vaksinasi massal yang menyasar ASN di seluruh Aceh. Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu (5/6/2021). 

Dengan cara itu, kata pihak berwenang di sana, kegiatan vaksinasi berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, di atas 300 orang per hari.

Menurut pemerintah, vaksinasi bertujuan untuk mencegah warga terpapar Covid-19. Vaksinasi dimaksudkan untuk melindungi warga negara dari ancaman penyaki yang disebabkan oleh virus berbahaya tersebut.

Baca juga: Aceh Gencarkan Vaksinasi Massal, Target Sehari 300 Orang

Sementara itu, masyarakat juga terlanjur termakan informasi miring terkait vaksin Covid-19. Misalnya, mereka meragukan keampuhan vaksin dalam menangkal virus. Apa lagi sejumlah orang pernah dilaporkan meninggal dan jatuh sakit setelah divaksin.

Bahkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah pun, saat ini, sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. Padahal orang nomor satu di Aceh itu sudah dua kali divaksin. Selain itu, dia juga taat menjaga protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian.

Cerita-cerita medsos seperti vaksin Covid-19 mengandung chip, bisa menyebabkan kematian atau sakit, dan sebagainya, membuat sebagian warga ragu ikut vaksinasi.

Bahkan ada yang sama sekali menolak. Mereka trauma dengan berbagai informasi yang terlanjur viral di media, meskipun ada juga yang dengan suka rela bersedia divaksin.

Bagi ASN atau tenaga kontrak, tampaknya, tidak ada pilihan lain. Meskipun dalam hati memberontak, mereka tak punya kuasa. Apa lagi ada suara-suara angin berhembus, bahwa mereka yang tidak bersedia divaksin akan dikenakan sanksi.

Tentu saja ancaman yang tidak jelas sumbernya itu tetap menakutkan bagi pegawai atau tenaga kontrak. Mereka takut kehilangan pekerjaan. Akhirnya, meski dengan segala keterpaksaan, mereka harus merelakan tubuhnya untuk divaksin.

Tapi, sebagian dari mereka tidak kehilangan akal. Penguasa boleh saja menggunakan kekuasaan untuk memaksa dengan segala power-nya. Orang-orang kecil seperti pegawai kontrak, punya cara sendiri untuk “melawan”.

Mereka datang dan ikut mengantre di barisan orang yang akan divaksin. Tapi, diam-diam mereka juga sudah menyiapkan “obat penangkal” untuk melawan efek vaksinasi Covid-19. Bagaimana caranya? Mereka meminum air kelapa.

Entah dari mana pemikiran itu berasal. Meskipun belum ada hasil penelitian yang membuktikan efektivitas air kelapa dalam menangkal vaksin, sebagian warga tetap meyakininya.

Mereka datang untuk divaksin, tapi setelah itu langsung minum air kelapa untuk menetralisir.

Kalau air kelapa betul-betul bisa menetralisir pengaruh vaksin, lantas apa gunanya program vaksinasi ini? Wallahu ‘aklam***

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...